Kopi Inspirasi

CSS Button Cursor Css3Menu.com

Kunci Pembuka Rezeki

Bahwa konsep rezeki  diturunkan dari sumbernya yaitu Allah SWT, umum diketahui. Tapi tak banyak yang memahami bagaimana macam cara proses diturunkanNya rezeki itu. 

Kadang mudah, aneh dan rahasia, dari cara-cara proses turunnya itu bisa di klasifikasikan dalam sembilan tingkatan seperti anak tangga, walau pun sumbernya sudah pasti tetap yaitu Allah Yang Maha Pemberi Rezeki.

Sudah lumrah, semua manusia di dunia ini berusaha menggapai rezeki dalam bentuk materi. Rezeki ibarat air yang diturunkan oleh Allah SWT dan kita berusaha mencari sumbernya. Permasalahannya adalah ketika sumber rezeki yang ada tersembunyi atau kita tidak melihatnya, hingga terkadang kita membutuhkan sebuah keajaiban untuk menggapainya. Keajaiban itu seharusnya dicari dari sumbernya, yaitu Allah SWT, yang Maha Pemberi Rezeki, yang kekayaanNya luas di langit dan di bumi. Dia menurunkannya melalui cara yang beragam.

Indah Sungai Musi di Film "Ada Surga di Rumahmu"

Kota Palembang, dengan keindahan bentangan sungai Musi yang membelah kota menjadi kawasan Ulu dan Ilir, jembatan Ampera menjadi salah satu penghubung sekaligus sebagai ikon kota. Tidak banyak film nasional yang mengambil latar kota pempek tersebut, juga jarang sekali adat istiadat dan kehidupan budaya Palembang diangkat dalam bentuk cerita film, padahal adat istiadat, keseharian orang Palembang dan sekitarnya merupakan salah satu yang unik di Indonesia, mungkin karena jarang sekali pujangga dan penulis buku yang berasal dari kota tersebut  berkiprah secara nasional. Keindahan alamnya pun tak kalah menarik di banding daerah wisata yang ada di pulau Jawa, gugus bukit barisan hijau membentang dengan keindahan view Gunung Dempo.

Rindu Sesepuh Bangsa

"Pemimpin sejati, adalah mereka yang punya jiwa memberi bukan meminta". 

"Sekarang, para jiwa pemberi sedang sembunyi, biarkan mental pencuri yang berambisi". 

"Orde Lama diteruskan oleh Orde Baru, Orde Reformasi dimanfaatkan oleh Orde Pencitraan". 

"Jika Pancasila telah diamalkan oleh para penguasa dan rakyatnya setulus hati, Bhineka Tunggal Ika otomatis terjadi".

"Indonesia itu unik, karena kemajemukan, kebiasaan dan cara hidup masyarakatnya, negeri ini punya gaya dan jati diri sendiri, biarlah, tidak harus meniru gaya negeri orang".  

Pemerintahan sekarang seolah berjalan untuk kepentingan pribadi dan kelompok tertentu, sementara rakyat yang dipimpin terbiarkan (dibiarkan) bergerak sendiri tanpa aturan pasti, ibarat sebuah kendaraan berjalan tanpa kemudi. Undang-undang, Pancasila dan peraturan pemerintah hanya sebatas retorika dan pemanis  kebangsaan saja, tanpa diamalkan dan dipatuhi. Menurut UUD 1945 dan Pancasila, rakyat yang merupakan inti dari sebuah pemerintahan semestinya (bahkan wajib) sejahtera dan damai kehidupannya, karena rakyatlah pemerintahan itu ada. Tapi sebagus dan sesakti apa pun undang-undang dan dasar negara jika tidak dibaca, diamalkan, ditaati dan dikontrol oleh penguasa, percuma saja tidak ada pengaruh sama sekali.